IJTI Sulsel Gelar Doa Bersama di Gowa untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Jumat, 18 September 2026 | 08:51:01 WIB

GOWA — Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi menyatakan doa bersama itu digelar sebagai wujud solidaritas terhadap rekan-rekan yang hilang sejak 7 September 2026. Mereka sebelumnya bertugas meliput erupsi Anak Gunung Krakatau.

"Doa bersama ini disertai menyalakan lilin harapan sebagai bentuk dukungan kami di Sulsel terhadap rekan-rekan kami yang masih hilang dan kini dalam pencarian tim SAR," tutur Sardi di Istana Balla Lompa, Kabupaten Gowa.

Meski tim SAR terus berjibaku di hari ke-10, IJTI Sulsel menaruh harapan besar agar para korban segera ditemukan dan keluarga tetap dikuatkan.

Siapa Saja yang Masih Dicari?

Lima jurnalis yang belum ditemukan adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Tiga kru kapal cepat yang turut hilang adalah Surahman (kapten/nakhoda), Sukarman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang saat meliput kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda.

Pesan Keselamatan: Tidak Ada Berita Seharga Nyawa

Sardi kembali mengingatkan pentingnya protokol keselamatan dalam tugas jurnalistik, terutama saat meliput bencana di darat, laut, maupun udara.

"Dari organisasi profesi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan teman-teman meliput bencana harus lebih mengutamakan 'safety protocol' atau mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam meliput sebuah bencana. Karena, tidak ada berita seharga nyawa," ucap jurnalis televisi SCTV itu menegaskan.

Ia menekankan bahwa keamanan dan keselamatan harus dipikirkan matang saat jurnalis ditugaskan kantor media masing-masing. Koordinasi dengan berbagai pihak, mitigasi medan, dan pemetaan situasi juga diperlukan.

Perusahaan Pers Diminta Berbenah

Menurut Sardi, perusahaan pers perlu mengevaluasi tingkat risiko sebelum menugaskan jurnalis ke wilayah bencana. Individu jurnalis pun diminta mengedepankan kehati-hatian, kewaspadaan, dan memprioritaskan keselamatan diri.

"Semoga ini bisa menjadi refleksi buat teman-teman melihat lebih dalam peristiwa itu. Kita mesti belajar dan mengambil kejadian ini sebagai sebuah pengalaman berharga, bagaimana melindungi diri saat meliput bencana. Kami berharap ke depannya sudah tidak ada peristiwa seperti ini lagi," ucapnya.

Kapolresta Gowa Apresiasi Kolaborasi Doa Bersama

Doa bersama turut dihadiri Kapolresta Gowa Kombes Pol Muhammad Yusuf Usman bersama jajarannya, akademisi UMI Makassar Zakir Sabara, dan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulsel.

"Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan rasa belasungkawa terhadap saudara-saudara kita yang kemarin melaksanakan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau, dan sampai mengorbankan jiwa dan raganya," tutur kapolres.

Ia berpesan agar jurnalis selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas. "Perhatikan keselamatan, dan tentu dapat kita melihat potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa kapan saja saat menjalankan tugas liputan," katanya sembari mengapresiasi kolaborasi IJTI Sulsel dan Polresta Gowa.

Terkini