MAKASSAR — BBPOM di Makassar dan BPMP Sulawesi Selatan menggelar Percepatan Program Prioritas MBG melalui Pengimbasan Workshop Implementasi Integrasi Edukasi dan Program MBG di Satuan Pendidikan. Pembekalan menyasar komunitas sekolah penerima manfaat agar selalu menyajikan makanan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.
Tim pakar BBPOM di Makassar memaparkan materi Keamanan Pangan Olahan Siap Saji serta 5 Kunci Keamanan Pangan di Sekolah. Para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut konkret untuk menerapkan standar keamanan pangan di sekolah masing-masing.
Guru Jadi Kunci Penanaman Kebiasaan Hidup Bersih
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan Setiawan, menegaskan guru memegang peranan kunci dalam menanamkan kebiasaan hidup bersih. Sekolah diminta membiasakan hal mendasar namun vital, seperti mencuci tangan sebelum makan.
Yosef juga meminta pihak sekolah selalu menguji kondisi makanan secara organoleptis sebelum dibagikan kepada siswa.
"Langkah sederhana seperti mencuci tangan dan memeriksa bau, warna, tekstur, serta rasa makanan merupakan benteng utama dalam menjaga keamanan pangan di sekolah," tegas Yosef.
Ia berharap praktik baik tersebut segera menjadi budaya baru di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima makanan bergizi tinggi, tetapi juga terjamin keamanannya.
Ilmu Dibagikan ke Seluruh Warga Sekolah
Kepala BPMP Sulawesi Selatan, Imran, mengimbau seluruh peserta segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lapangan. Informasi soal keamanan pangan harus diteruskan ke seluruh warga sekolah.
"Oleh sebab itu, mari kita teruskan informasi ini ke seluruh warga sekolah agar kita bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kasus keracunan pangan," ujar Imran.
Dua puluh kepala sekolah yang mengikuti kegiatan ini akan membagikan ilmu kepada guru, tenaga kependidikan, serta siswa. Peran mereka menjadi simpul penting agar standar keamanan pangan tidak berhenti di ruang workshop.
Sinergi Kesehatan dan Pendidikan demi MBG Aman
Kolaborasi BBPOM di Makassar dan BPMP Sulsel menyatukan sektor kesehatan dan pendidikan dalam satu tujuan. Keduanya optimistis Program MBG dapat berjalan maksimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan anak didik.
Pengawasan keamanan pangan menjadi prasyarat agar program nasional ini tidak memunculkan KLB keracunan di lingkungan sekolah. Penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan di sekolah menjadi alat utama yang dibekalkan kepada para kepala sekolah.