Minggu, 20 September 2026

Kanada Balas AS: Tarif Impor 50% untuk Baja dan Aluminium, 700 Produk Terdampak

Kanada Balas AS: Tarif Impor 50% untuk Baja dan Aluminium, 700 Produk Terdampak
Menkeu Kanada Francois-Philippe Champagne mengumumkan tarif balasan 50% untuk baja dan aluminium AS, mencakup 700 produk.

TEROPONGBISNIS.ID — Menteri Keuangan Kanada Francois-Philippe Champagne menyatakan kebijakan ini merupakan respons berimbang atas tarif baru AS yang mencapai 50% untuk impor Kanada senilai US$20 miliar. "Tarif balasan kami berdasarkan nilai dan tingkat yang sama, ditambah paket dukungan bernilai miliaran dolar Kanada, akan melindungi pekerja, petani, keluarga, dan dunia usaha," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Baja, Aluminium, dan Furnitur Kena Bea Masuk Tertinggi

Struktur tarif balasan dirancang bertingkat. Kelompok produk dengan bea masuk 50% mencakup baja, aluminium, furnitur, dan pakaian. Sedangkan tarif 25% dikenakan untuk keju, peralatan rumah tangga, dan sejumlah produk makanan laut.

Untuk produk elektronik dan peralatan, Kanada menerapkan tarif 15%. Daftar barang lain yang terkena bea masuk meliputi makanan olahan, parfum, perlengkapan mandi, plastik, kayu, bubur kertas, produk kertas, karpet, mesin, peralatan listrik, hingga sepeda motor dan peralatan permainan.

Baca Juga

Ratusan Triliun Rugi Impairment BUMN, Danantara Angkat Bicara

Dampak Terkonsentrasi di Sektor Kayu dan Furnitur

Tarif AS yang memicu pembalasan ini sebenarnya relatif terbatas karena hanya mencakup sekitar 5% dari total ekspor Kanada ke AS. Namun, analis perdagangan memperkirakan dampaknya bakal terkonsentrasi pada sektor yang selama ini sudah tertekan, terutama produk kayu dan industri pembuat lemari dapur.

Eskalasi ini menambah ketegangan hubungan dagang kedua negara yang selama ini menjadi mitra utama. Bagi pelaku industri yang bergantung pada rantai pasok lintas batas, kebijakan ini berpotensi mengerek biaya produksi dan mengganggu jadwal pengiriman.

Paket Dukungan Pemerintah untuk Industri Terdampak

Untuk meredam guncangan, Ottawa menyiapkan paket dukungan senilai US$7,5 miliar Kanada. Dana tersebut dialokasikan untuk melindungi dunia usaha dan pekerja yang paling rentan terhadap perlambatan permintaan ekspor.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor manufaktur Kanada yang selama ini mengandalkan pasar AS. Pemerintah Kanada menegaskan akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan respons jika AS memperluas cakupan tarifnya.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

BBPOM Makassar dan BPMP Sulsel Pasang Benteng Keamanan Pangan MBG, 20 Kepala Sekolah Dibekali 5 Kunci

BBPOM Makassar dan BPMP Sulsel Pasang Benteng Keamanan Pangan MBG, 20 Kepala Sekolah Dibekali 5 Kunci

Colwill Soroti Duel Fisik dan Bola Mati Usai Chelsea Dibantai Brentford 0-3

Colwill Soroti Duel Fisik dan Bola Mati Usai Chelsea Dibantai Brentford 0-3

Transaksi Pameran MTQ Semarang Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

Transaksi Pameran MTQ Semarang Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

KAI Commuter Kembali Normal, 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor

KAI Commuter Kembali Normal, 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor