Semester I-2026 Moncer, Laba Antam Tembus Rp6,91 Triliun
- Minggu, 30 Agustus 2026
TEROPONGBISNIS.ID — Emiten pelat merah anggota holding BUMN tambang MIND ID ini membukukan penjualan bersih Rp62,71 triliun pada paruh pertama 2026, meningkat dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama di 2025. Artinya, efisiensi operasional dan pengelolaan biaya menjadi kunci utama di balik lompatan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
EBITDA Melonjak 35 Persen, Fundamental Keuangan Menguat
Kemampuan Antam menghasilkan kas juga menunjukkan perbaikan signifikan. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp9,62 triliun pada semester I-2026, atau naik 35 persen secara tahunan dari Rp7,11 triliun pada semester I-2025.
Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto, menyatakan kinerja keuangan paruh pertama 2026 tetap berada dalam tren positif. Hal ini berkat penguatan operasional serta penerapan disiplin dalam mengelola arus kas, modal kerja, dan likuiditas.
Baca JugaBuruan Incar Kia Stinger GTS Oranye, Harga Bekasnya Mulai Rp 350 Jutaan
“Kami terus memperkuat fundamental keuangan melalui peningkatan kemampuan menghasilkan kas, pengelolaan modal kerja secara disiplin, serta menjaga likuiditas tetap sehat,” ujar Untung dalam keterangan resminya.
Emas Masih Jadi Andalan Pendapatan Antam
Komoditas emas masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Kontribusinya mencapai 80 persen dari total penjualan bersih, menunjukkan ketergantungan kinerja Antam terhadap pergerakan harga emas global maupun domestik.
Meski harga emas Antam sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, permintaan yang tetap kuat membuat segmen ini mampu mendorong profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Strategi Antam Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Harga
Dengan tren laba yang tumbuh lebih cepat daripada pendapatan, Antam dinilai berhasil menjalankan strategi efisiensi tanpa mengorbankan volume produksi. Penguatan arus kas juga memberi ruang fiskal lebih luas bagi perseroan untuk membiayai ekspansi maupun membagikan dividen kepada pemegang saham.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah Antam mampu mempertahankan momentum ini hingga akhir tahun, terutama jika harga komoditas mengalami koreksi. Namun dengan fundamental yang menguat di semester pertama, posisi Antam di industri tambang nasional semakin kokoh.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pelindo: Pelabuhan Bukan Sekadar Tempat Sandar, Tapi Urat Nadi Ekonomi Nusantara
- Senin, 17 Agustus 2026
Update Harga BBM Pertamina 11 April 2026 Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia
- Sabtu, 11 April 2026
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
BBPOM Makassar dan BPMP Sulsel Pasang Benteng Keamanan Pangan MBG, 20 Kepala Sekolah Dibekali 5 Kunci
- Minggu, 20 September 2026
Colwill Soroti Duel Fisik dan Bola Mati Usai Chelsea Dibantai Brentford 0-3
- Minggu, 20 September 2026
KAI Commuter Kembali Normal, 1.065 Perjalanan per Hari Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor
- Minggu, 20 September 2026
Terpopuler
1.
2.
Pemda Berprestasi Regional Sulawesi Diapresiasi Kemendagri Batch II
- 17 September 2026
3.
Pemkot Makassar Siapkan SPAM di 40 Titik, 14 Lokasi Dibangun Tahun 2025
- 17 September 2026
4.
5.
GDPS Garap Bisnis Private Aviation, Jasa Cuci Jet Pribadi Asia
- 16 September 2026










